Konser Ekskusif 3Diva (2016): Begitu Hangat Begitu Akrab

18 Sep 2016

Tajuk diatas rasanya tidak berlebihan untuk menggambarkan atau merangkum jalannya pertunjukan 3Diva ekslusif konser yang berlangsung semalam di Balai Sarbini Jakarta. Super group vokal yang digawangi oleh Krisdayanti (Mimi), Titi Dj (Buti) dan Ruth Sahanya (Mama Uthe) ini sukses mengobati kerinduan penggemar mereka yang berada di Jakarta dengan sajian dan format pertunjukan yang sederhana, namun begitu intim dan menghibur.

Konser ini merupakan bagian dari rangkaian kembalinya 3Diva menyapa penggemarnya. Sebelumnya konser sudah diadakan dibeberapa kota besar seperti Surabaya, Bandung dan Jogja. Di Jakarta sendiri diadakan semalam di Balai Sarbini yang notabene merupakan salah satu tempat berkesan bagi ketiganya. Konser sendiri dimulai kurang lebih pukul 20.30 WIB.

Awalnya saya bertanya-tanya, kenapa di Balai Sarbini? Melihat dari segi kapasitas penonton yang terbatas. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan rupanya. Mengutip yang dikatakan Titi DJ bahwa mereka sudah pernah konser dipanggung megah yang luar biasa, tapi kali ini Balai Sarbini menjadi lokasi untuk keintiman dan keakraban yang ingin mereka jalin dengan penggemar setianya. Juga karena Balai Sarbini sendiri adalah lokasi dimana dulu 3Diva mengeluarkan mini album pertama mereka.

Sekilas ternyata penggemar yang hadir berasal dari berbagi kalangan usia. Ada beberapa selebritas hadir juga disana. Seperti Hedy Yunus, Nola B3, Tamara Geraldine serta keluarga terdekat 3Diva pun turut hadir serta menyemarakkan konser tadi malam.

Konser dibuka dengan penampilan dari “Darajana”. Mereka adalah trio vokal group yang dibentuk dan diasuh oleh Titi DJ sendiri. Tampil atraktif dan cantik membawakan beberapa lagu yang ada dialbum mereka seperti Lotta Love, Galau, Keresahanku dan Ekspressi! Ekspressi!

Berikutnya tentu yang paling ditunggu penampilan utama 3Diva, hadir dengan menggunakan kostum cantik berwarna biru dibalut jubah anggun berwarna keemasan, ketiganya membuka dengan membawakan lagu ” Semua Jadi Satu”. Penampilan medley disajikan apik dimana mereka menyanyikan potongan potongan hits mereka seperti ‘Bawa Daku Pergi’, ‘Ekspressi’, dan ‘Mahadaya Cinta’.

Selanjutnya konser pun memasuki acara inti yang mereka sebut sesi KDRT. Jangan salah, ini bukan kekerasan dalam rumah tangga loh, tapi sesi perjalanan karir KrisDayanti Titi dj dan RuTh. Ya, mereka membawakan sesi ini untuk merangkum perjalanan karir bermusik mereka dari awal sampai sekarang. Semacam mini biografi buat saya pribadi. Ketiganya secara bergantian menceritakan perjalanan album bermusik mereka, berikut kegagalan ataupun kesuksesan ketiganya selama periode tersebut.

Diawali dengan Titi DJ yang memang paling awal memulai karir diantara ketiganya. Titi DJ sendiri memulai karir bermusiknya sejak 1983, setelah mengikuti ajang Miss World saat itu. Album pertamanya di tahun 1984 bertajuk ‘Imajinasi’ diakuinya tidak sukses dipasaran. Tahun berikutnya di 1985, Titi dj kembali merilis album bertajuk ‘Yang Pertama Yang Bahagia’, namun album keduanya ini pun masih belum sukses.

Kesuksesan mulai diraih titi dj di albumnya yang bertajuk ‘Ekspressi’ di tahun 1989 yang ia buat bersama musisi Indra Lesmana. Sejak itu karirnya kian melesat dengan menelurkan album album berikutnya yang juga hits dipasaran seperti ‘Salahkah Aku’ ditahun 1991 yang menjadi lagu terpopuler di radio radio seluruh Indonesia, juga album ‘Bahasa Kalbu’ ditahun 1999 yang berhasil mengantarkannya ke puncak popularitas dengan meraih 5 piala Anugerah Musik Indonesia.

Tahun 2001, Titi Dj kembali meluncurkan albumnya yang bertajuk ‘Titi DJ Menyanyi Kembali’, dengan hitsnya Sang Dewi yang sukses mengantarkannya ke puncak karir bermusik. Dari ketiganya, memang Titi DJ paling produktif dalam membuat album. Kurang lebih sudah 16 album dirilisnya sampai saat ini termasuk album terakhirnya di tahun 2015 bertajuk ‘Titi In Love with Yovie’ dengan hits andalan ‘Bila Kuingat’.

Setelah Titi Dj, giliran Uthe atau Ruth Sahanaya untuk bercerita tentang perjalanan karir bermusiknya. Memulai debut album pertamanya bertajuk ‘Seputih Kasih’, kesuksesan langsung diraih oleh Uthe dengan hitsnya yang terkenal saat itu ‘Memori’ dan ‘Astaga’. Dilanjutkan dengan album keduanya bertajuk ‘Tak Kuduga’ dengan hits ‘Amburadul’ yang sukses mengantarkannya mendapatkan BASF Award 1989. Dua tahun berikutnya, Uthe merilis album ketiganya bertajuk ‘Kaulah Segalanya’, dengan hits yang sama dan kembali meraih kesuksesan. Hampir semua albumnya meledak dipasaran. Seperti album ‘Uthe’ di tahun 1996 dengan hits ‘Bawa Daku Pergi’, album ‘Kasih’ tahun 1999 dengan hitsnya ‘Keliru’ & ‘Ingin Kumiliki’. Di tahun 2002, Uthe merilis album ‘Greatest Hits’ dengan hits andalannya ‘Mengertilah Kasih’.

Selanjutnya giliran KD bercerita tentang karir album bermusiknya. Perjalanan KD mungkin tidak semulus kedua temannya diatas. Tiga album pertama KD tidak begitu sukses dipasaran yaitu ‘Burung Burung Malam’ (1987), Terserah (1995) dan Sayang (1998). Jebolan juara grand championship Asia Bagus ini baru meraih kesuksesannya di albumnya yang ke-empat tahun 1999 bertajuk ‘Menghitung Hari’, dengan hits andalannya ‘Menghitung Hari’ & ‘Jangan Pergi’. Album kelimanya bertajuk ‘Mencintaimu’ ditahun 2000 juga kembali sukses dipasaran. Hingga kini tak kurang dari lebih 8 album sudah ia rilis, termasuk hitsnya yang terbaru ‘Sleep to Dream’ di tahun 2016.

Gelak tawa selalu mengiringi ketika mereka bergantian bercerita soal perjalanan bermusiknya. Bagaimana tidak, cara mereka membawakannya begitu jujur. Seperti teman yang sedang curhat. Begitu saya pribadi menilainya. Terlebih Titi DJ yang memang memiliki pengalaman akting diatas ketiganya, sukses memberikan nuansa komedi yang manis setiap giliran ia bercerita.

Dari rangkuman perjalanan karir tersebut diatas, akhirnya di tahun 2006, terbentuklah 3Diva dengan komposernya saat itu Erwin Gutawa, yang mana mereka sukses menggelar konser di 4 kota besar di Indonesia dan juga di Malaysia. Di tahun 2008, 3Diva mengeluarkan mini album yang berikan 3 lagu seperti ‘Mencinta’, ‘A Lotta Love’ dan ‘Adilkah Ini Untukku’. Selepas itu diakui oleh mereka, sempat berpisah karena fokus akan karir masing masing. Namun di tahun 2014 mereka kembali dengan menggelar konser di Singapura dan dilanjutkan di tahun 2016 dengan menggelar konser eksklusif semalam.

Selesai sesi ‘KDRT’, ketiganya giliran tampil solo sambil menyapa hangat penggemar yang hadir. Titi DJ tampil hangat membawakan lagu Bahasa Kalbu dan Bila Kuingat seraya mengajak duet salah satu penonton disana. Pun juga Mamah Uthe, manis membawakan lagu Keliru dan KD dengan hits Pengabdian Cinta dan Sleep to Dream. Tak ada kecanggungan saat ketiganya hadir dan menyapa ke bangku penonton. Sungguh momen keakraban yang begitu dekat. Kurang lebih 3 jam mereka tampil, dan selama itu pula pertunjukannya saya nikmati. Tidak ada jeda untuk kami terdiam. Semua part dikonser ini terisi manis dengan momen bernyanyi bersama. Bravo 3Diva!


TAGS KD Uthe Titi DJ 3Diva Konser Diva


Comment
-

Author

Follow Me